Berita

Pengangkatan Arbiter Badan Arbitrase Nasional Indonesia batch-4

12 Feb 2019,

BANI RESMI BERBADAN HUKUM

31 Jan 2017,

Jakarta – Perkenalan Badan Arbitrase Nasional Indonesia Pembaharuan

Melaluhi acara bertemakan “Perkenalan Badan Arbitrase Nasional Indonesia Pembaharuan” yang diadakan pada tanggal 8 September bertempat di Sovereign Plaza Jakarta Selatan, BANI memperkenalkan kepada masyarakat jika kini Badan Arbitrase Nasional Indonesia atau yang lebih dikenal dengan sebutan BANI telah bertransformasi dan resmi berbadan hukum.

“Transformasi ini dilakukan oleh sejumlah Arbiter BANI yang mengambil inisiatif untuk melakukan pembaharuan BANI dengan akta notaris nomor 23 tanggal 14 Juni 2016 dan telah disetujui oleh Menteri Hukum dan HAM dengan Surat Keputusan No. AHU-0064837.AH.01.07.TAHUN 2016 tanggal 20 Juni 2016,” tutur Anita Kolopaking selaku Ketua Dewan Pengawas BANI kepada media saat peresmian kantor BANI.

Anita Kolopaking juga menambahkan, “Lembaga Arbitrase yang beralamat di Sovereign Plaza, Jalan TB Simatupang Kav 36 Jakarta Selatan ini merupakan BANI yang ada, bukan berarti BANI yang baru. Namun yang kita perbaharuhi dengan adanya pendaftaran badan hukum pada Juni lalu yang berbentuk perkumpulan dengan disertai Anggaran Dasar yang bagus untuk masa depan BANI.BANI sebelumnya hanya didasarkan oleh statuta yang menyatakan bahwa pendiri yang memilih dan menetapkan dewan pengurus. Namun sejak 2015, semua pendiri sudah tidak ada, sehingga perlu diperjelas agar pemilihan pengurus BANI sesuai dengan AD yaitu rapat anggota”.


Sekretaris Jenderal BANI Tri Legono Yanuarachmadi menambahkan, kejelasan kepemilikan BANI berbadan hukum ini bukanlah milik orang-orang yang menandatangani Akta Nomor 23 Tahun 2016, tetapi juga milik bersama para anggota BANI, yaitu semua arbiter BANI yang berkewarganegaraan Indonesia.“Transformasi ini agar memberikan kepastian hukum dan layanan penyelesaian sengketa lewat forum berbadan hukum sehingga tercapai tata kelola organisasi lebih baik dan bertanggungjawab,” sebutnya.

Pendaftaran BANI sehingga menjadi badan hukum mendapatkan dukungan dari ahli waris para pendiri BANI versi Mampang. Terbukti dalam acara tersebut dihadiri oleh ahli waris dari Haryono Tjitrosobono dan Priyatna Abdurrasyid dan menyatakan dukungannya.

Anita Kolopaking menyatakan bahwa Arbiter yang terdaftar di BANI versi Mampang juga merupakan Arbiter yang tercatat di BANI versi Sovereign. Dalam launching tersebut BANI juga melantik beberapa arbiter untuk tahap pertama diantaranya Prof Nindyo Pramono, Prof. Agus Sardjono, Prof. Felix Oentoeng Soebagjo, Edmon Makarim, Cita Citrawinda, BaceliusRuru, Iswahjudi Karim, Rahmat Soemadipradja, Tony Budidjaja, dan Rinaldi Firmansyah.

Sedangkan yang akan mengelola BANI versi Sovereign 2016-2020 adalah Erry Firmansyah sebagai Ketua, Arno Gautama sebagai Wakil Ketua I, Iwan Dermawan sebagai wakil ketua II, Tri Legono Yanuarachmadi sebagai Sekretaris Jenderal, dan Teuku Radja Sjahnan sebagai Bendahara. Semua kepengurusan di bawah pengawasan Dewan Pengawas yang terdiri dari Anita D.A Kolopaking sebagai Ketua Dewan Pengawas, dengan anggota Ichjar Musa dan Prof. Fellix Oentoeng.

(oleh Dea Arko Putro, S.H. , Sekretariat Badan Arbitrase Nasional Indonesia)